Minggu, 23/01/2022 06:42 WIB

Sopir Angkot Tewas Ditikam di Medan, Pelaku dan Korban Sempat Minum Tuak Bareng

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Jan Piter Napitupulu menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa di lokasi tersebut telah terjadi penikaman yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia

Polisi saat konferensi pers kasus tewasnya Supir Angkot di polsek percut Sei Tuan, Senin (22/3/2021)

Jurnassumut.com - Polisi mengungkap, motif pembunuhan terhadap sesama sopir Angkutan Kota (Angkot) di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Minggu 21 Maret 2021 kemarin.

Korban bernama Gading Wijaya Manurung (53) warga Jalan Pertiwi Baru, Kecamatan Medan Tembung.

Sementara, pelaku bernama Rahmad Abadi Berutu alias Buyung (45) warga Jalan Kepodang, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Jan Piter Napitupulu menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa di lokasi tersebut telah terjadi penikaman yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

"Polsek Percut Sei Tuan menerima informasi dari masyarakat, bahwa telah terjadi pembunuhan, terhadap seseorang dengan inisial GM di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (22/3/2021).

Mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan penyelidikan polisi langsung mengejar pelaku dan berhasil mengamankannya.

"Petugas mengejar dan menangkap pelaku di tempat persembunyiannya sebelum 1x24 jam, di Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai," sebut Jan Peter.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa motif pelaku yakni lantaran pelaku sakit hati kepada korban lantaran ucapannya. Keduanya pun sedang mabuk.

"Tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban adalah karena adanya unsur dendam ataupun sakit hati adanya pelecehan terhadap pelaku. Motif dari pada pelaku adalah sakit hati. Saat itu korban mabuk berat," ucapnya.

Jan Piter menegaskan bahwa pelaku terancam hukuman di atas 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

"Untuk pelaku pasal yang dikenakan 340 KUHP sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara maksimal hukuman mati," ucapnya.

Saat diwawancara, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa rekan sesama sopir angkot lantaran sakit hati setelah korban melecehkannya saat sedang berada di kedai Tuak.

"Saya waktu minum tuak itu, nyawa saya mau dibeli dia (Korban). Jadi harga diri saya di depan kawan - kawan semua, saya tidak senang karena dia (Korban) mau beli nyawa saya. Saya langsung sakit hati, harga diri hampir tidak ada lagi dibuat dia," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Percut Sei Tuan.

Ia mengatakan, setelah mendengar ucapan korban, dia langsung pulang menuju rumahnya dan mengambil satu buah pisau.

"Pisau itu saya ambil, karena ada kawan bilang udah balik saja kau yong. Lalu saya balik, setelah balik saya teringat dia (Korban) telah menjatuhkan harga diri saya jadi saya ambil pisau itu," katanya.

Saat ditanya, berapa kali pelaku menikam korban, dia tidak ingat lantaran kondisinya mabuk berat.

"Saya lagi mabuk, saya tidak tahu menahu lagi," tuturnya.

TAGS : Percut Sei Tuan Pembunuhan Jan Piter Napitupulu Sopir Angkot




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :