Minggu, 17/10/2021 08:15 WIB

Pelaku Pencabulan Terhadap 5 Orang Putri Kandungnya Meninggal Dunia

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting membenarkan bahwa korban telah meninggal dunia pada Rabu (24/3/2021) subuh kemarin.

Pelaku pada saat diamankan Unit PPA Polrestabes Medan.

Jurnassumut.com - Belum sempat divonis, pelaku pencabulan terhadap 5 orang putri kandungnya di Medan, meninggal dunia, setelah sempat ditahan di Polrestabes Medan.

Diketahui, pelaku yakni berinisial S (38) ia tewas setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting membenarkan bahwa korban telah meninggal dunia pada Rabu (24/3/2021) subuh kemarin.

"Iya benar meninggal dunia di RS Bhayangkara, setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan," ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

Namun, ia belum mengetahui terkait sakit apa yang menyebabkan pelaku meninggal dunia.

"Saya enggak tahu meninggal karena sakit apa yang tahu yang jaga tahanan. Jadi dia dibawa ke rumah sakit itu Rabu jam 2 pagi terus kami dapat kabar jam 4 pagi udah meninggal," katanya.

Terkait kelanjutan kasus tersebut, Madianta menyebutkan bahwa berkas belum P21.

"Berkasnya belum P21, belum ke pengadilan," tandasnya.

Pelaku S yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor (betor) ini tega mencabuli kelima buah hatinya yang masih di bawah umur berinisial N (14), VL (13), DN (10) dan GZ (7) serta NA (4) sejak bulan Oktober 2020 saat korbannya sedang tidur.

Diketahui sebelumnya, aksi pelaku pencabulan terhadap anak kandung tersebut terjadi selama 6 bulan.

Kanit UPPA Sat Reskirm Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting menjelaskan bahwa kejadian ini terungkap setelah salah satu korban berinisial N dan VL menceritakan kejadian yang menimpanya kepada ibu kandungnya berinisial A (38).

"Anaknya berinisial N dan VL ngadu sama mamaknya dan cerita kalau mereka kerap dicabuli ayahnya, atas dasar pengakuan anaknya inilah ibunya membuat laporan ke Polrestabes Medan," ungkapnya, Jumat (19/02/2021).

Ia mengatakan, setelah adanya laporan tersebut pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.

"Dari hasil visum mendukung, akhirnya pada tanggal 18 Februari 2021 pelaku kami tangkap di rumahnya," ucapnya.

Setelah diamankan oleh petugas, pelaku mengaku bahwa ia hanya mencabuli satu putrinya.

"Sementara dari hasil visum kelima anak kandungnya menguatkan dugaan pencabulan," kata Madianta.

Namun, saat diintrogasi oleh polisi, pelaku yang berprofesi sebagai tukang becak ini juga mengaku bahwa telah melakukan pencabulan terhadap kelima anaknya.

"Pelaku melakukan pencabulan terhadap kelima anaknya dengan cara menghisap payudara dan memasukkan jarinya pada alat kelamin putrinya tersebut," ungkapnya.

Lebih lanjut, Madianta mengungkapkan bahwa selama ini pelaku dan sang istri tidak tinggal serumah lantaran mempunyai hubungan yang tidak harmonis.

"Antara si pelaku S dan istrinya A rumah tangganya kurang harmonis dan kerap bertengkar hingga akhirnya istrinya itu meninggalkan rumah dan memilih tinggal di daerah Marelan," tuturnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam hukuman kurungan selama 15 tahun penjara dan kebiri.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara, karena dilakukan oleh ayah kandungnya, hukuman ditambah 1/3 lagi. Kami juga akan memasukan Perpres nomor 70 tahun 2020 tentang kebiri," ucapnya.

TAGS : Pelaku Pencabulan Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :