Sabtu, 25/09/2021 23:24 WIB

Jual Alat Bekas Rapid Test di Bandara Kualanamu, Polisi Periksa 6 Saksi

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus undang-undang kesehatan tersebut

Foto, saat penggerebekan oleh petugas. (Istimewa)

Jurnassumut.com - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pemakaian barang bekas alat rapid tes Antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus undang-undang kesehatan tersebut.

"Saat ini penyidik subdit 4 masih terus mendalami. Dugaan tindakan pidana undang-undang kesehatan, nanti jelasnya akan dirilis oleh bapak Direskrimsus dengan bapak Kapolda karena sekarang penyidik masih terus mendalami," ungkapnya, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan, dari hasil temuan kepolisian di salah satu ruangan di bandara Kualanamu tersebut, enam orang saksi telah diperiksa oleh petugas, namun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Enggak ada yang diamankan, itu ada pasien yang tadi malam yang diminta keterangan ada beberapa orang pasien. Kurang lebih ada 5 sampai 6 orang petugas yang ada di salah satu ruangan itu yang melakukan pemeriksaan rapid test, jadi totalnya saya tidak tahu persis totalnya ada berapa tapi beberapa sudah kita minta keterangan," katanya.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan bahwa polisi melakukan penggerebek di lokasi pelaksanaan rapid test di Bandara Kualanamu, Deliserdang, pada Selasa (27/4/2021) kemarin, lantaran menyalahi aturan.

"Benar, subdit 4 krimsus itu melakukan penindakan terhadap dugaan tindak pidana undang-undang kesehatan, lokasi penindak itu di salah satu ruangan di bandara Kualanamu, penindakan itu dilakukan kemarin sore," tuturnya.

Dia juga menyebutkan, didalam penggerebekan itu polisi juga menyita beberapa barang bukti salah satunya alat Rapid Test.

"Barang bukti yang kita amankan, ada barang-barang medis yang ada di situ sudah kita amankan, salah satunya alat rapid test," kata Hadi.

Seperti diketahui, kasus itu terbongkar berawal saat Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara mendapatkan informasi bahwa di lantai Menzanine terminal Bandara Kualanamu, ada dugaan permainan dan akal-akalan petugas rapid test yang menggunakan alat tes bekas.

Pengungkapan ini berhasil setelah polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi yang merupakan calon penumpang pesawat yang akan berangkat yang telah dirapid test antigen.

Penangkapan terhadap para pelaku, disebut ada dugaan pelanggaran SOP dalam proses rapid test antigen sebagai syarat untuk terbang menggunakan pesawat yang dilakukan oleh para petugas rapid test. Di mana para pelaku diduga menggunakan steril swab stick bekas.

TAGS : Rapid Test Kuala Namu Hadi Wahyudi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :