Sabtu, 25/09/2021 22:36 WIB

Daur Ulang Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Lima Orang Ditetapkan sebagai tersangka

Setelah mereka mendapat atau didatangi oleh pihak konsumen dalam hal ini masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara didaftarkan kemudian dilakukan test swab dengan menggunakan stik bekas yang sudah di daur ulang,

Foto, konfrensi pers di halaman Polda Sumut

Jurnassumut.com - Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus daur ulang alat Rapid Test di Bandara Kualanamu.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menyebutkan kelima tersangka yakni berinisial PM (45), SR (19) DJ (20), M (30) dan R (21).

"Dari hasil penyidikan. Kita menetapkan lima orang tersangka tindak pidana di bidang kesehatan," ungkapnya saat konfrensi pers di halaman Polda Sumut, Kamis (29/4/2021) sore.

Ia mengatakan, para pelaku ini telah terbukti melakukan kejahatan medis. Mereka melakukan daur ulang alat rapid test dengan cara ngumpulkan yang telah dipakai dan dicuci kembali menggunakan alkohol.

"Para pelaku memproduksi atau mengedarkan dan menggunakan alat kesehatan yang tidak memenuhi standart atau persyaratan keamanan keamanan hasiat atau kemanfaatan atau mutu," katanya.

"Para pelaku yang diamankan ini mereka memproduksi mendaur ulang stik yang digunakan sebagai alat untuk melakukan tes swab antigen. Oleh para pelaku yang sudah digunakan dicuci kembali dikumpulkan, kemudian dicuci dibersihkan dengan cara mereka sendiri kemudian dikemas kembali dan digunakan oleh para pelaku untuk melakukan test swab di bandara Kualanamu," sambung Panca.

Panca menambahkan, para pelaku ini mematok harga kisaran Rp 200 ribu setiap kali konsumen melakukan swab di Bandara Kualanamu.

"Setelah mereka mendapat atau didatangi oleh pihak konsumen dalam hal ini masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara didaftarkan kemudian dilakukan test swab dengan menggunakan stik bekas yang sudah di daur ulang," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan proses daur ulang ini tidak memenuhi syarat kesehatan dan tidak memenuhi standart yang dipersyaratkan oleh undang-undang kesehatan atau di bidang kesehatan.

"Alat rapid test itu dipergunakan kembali untuk melakukan pemeriksaan kepada konsumen. Kemudian hasilnya oleh para pelaku dibuat surat keterangan. Dan selanjutnya apakah dia reaktif atau tidak kembali kepada mereka yang melaksanakan test swab tersebut," ucapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis tentang undang-undang kesehatan dan tentang perlindungan konsumen.

"Sebagaimana telah diatur dipasal 98 ayat 3 jo pasar 196 undang-undang 36 tahun 2009 tentanf kesehatan. Penjara paling lama 10 tahun denda Rp 1 Miliar. Selain undang-undang kesehatan penyidik juga menerapkan pasal 8 B dan D dan E jo pasal 62 ayat 1 undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungna konsumen," ucap Panca.

TAGS : Rapid Test Kapolda Sumut Bandara Kualanamu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :