Minggu, 17/10/2021 08:13 WIB

Penangkapan Peserta Unjuk Rasa, KontraS Sumut Desak Kapolda Sumut Evaluasi Jajarannya

Terkait penanganan Aksi May Day di Kota Medan yang dinilai represif. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut) ingatkan Polda Sumut agar segera mengevaluasi jajarannya.

Personil kepolisian.

Jurnassumut.com - Terkait penanganan Aksi May Day di Kota Medan yang dinilai represif. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut) ingatkan Polda Sumut agar segera mengevaluasi jajarannya.

Koordinator KontraS Sumut, Amin Multazam mendesak Kapolda Sumut agar segera mengevaluasi seluruh jajarannya yang terlibat dalam penanganan aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Medan yang jatuh pada Sabtu (1/5/2021) kemarin.

"Pembiaran berbagai perlakuan aparat keamanan terhadap massa aksi berpotensi merusak demokrasi. Kedepan, rakyat bisa berpikir berulang kali untuk menyampaikan pendapat. Tentu ini berbahaya," ungkapnya, Kamis (6/5/2021).

Ia menyebutkan, pengamanan unjuk rasa semata-mata untuk dan atas nama melindungi. Pertama, melindungi hak pengunjuk rasa untuk menyampaikan pendapat. Kedua, melindungi hak orang lain (diluar pengunjuk rasa). Kedua belah pihak harus diperlakukan sama adilnya.

"Menjadi tak masuk akal jika aksi damai justru di intimidasi, bahkan ditangkap sebelum melakukan tindak pidana. Jelas-jelas ini pola yang keliru," katanya.

Selain itu, Amin juga menyoroti soal belum adanya proses hukum yang tegas terhadap aparat pelaku kekerasan, khususnya pelaku kekerasan terhadap massa aksi. Penggunaan kekerasan dianggap hal biasa dalam menghadapi massa aksi.

"Padahal ada segudang aturan yang melarang penggunaan kekerasan. Bahkan pelaku bisa dihukum baik secara etik, maupun secara pidana," tutur Amin.

Dia juga menyinggung soal situasi pandemi yang kerap dijadikan alasan dalam melakukan pembatasan aksi demonstrasi. Tidak terbantahkan, memperketat protokol kesehatan (Prokes) serta upaya mencegah kerumunan sangat perlu dilakukan. Tetapi implementasinya jangan terkesan tebang pilih dan diskriminatif.

"Terhadap massa aksi yang jumlahnya puluhan, diupayakan pembubaran sedemikian rupa. Padahal di sisi lain, tiap malam aparat kepolisian melihat kerumunan besar di depan mata, persisnya di Kesawan Citi Square (KCS). Harusnya itu yang dibubarkan duluan," ucap Amin.

TAGS : KontraS Sumut Pengunjuk Rasa Kapolda Sumut Evaluasi Jajaran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :