Sabtu, 24/07/2021 17:46 WIB

Capres 2024, Gus AMI Lebih Realistis Digandeng PDIP Dibanding Ganjar

Bermula ketika Puan Maharani melontarkan sindiran saat memberikan arahan kepada kader PDIP se-Jateng. Meskipun tanpa menyebut nama, publik menafsirkan sindiran tersebut di tujukan kepada Ganjar Pranowo yang menurut beberapa survey elektabilitasnya paling tinggi di antara beberapa capres yang ada saat ini.

Teks Foto: Koordinator Forum Aktifis 98 Muhammad Ikhyar Velayati Harahap

Jurnassumut - Polemik tentang Ganjar Pranowo versus Puàn Maharani menjadi viral di masyarakat, khususnya di akar rumput Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Bermula ketika Puan Maharani melontarkan sindiran saat memberikan arahan kepada kader PDIP se-Jateng. Meskipun tanpa menyebut nama, publik menafsirkan sindiran tersebut di tujukan kepada Ganjar Pranowo yang menurut beberapa survey elektabilitasnya paling tinggi di antara beberapa capres yang ada saat ini.

Terkait polemik tersebut, Koordinator Forum Aktifis 98 Muhammad Ikhyar Velayati Harahap mengatakan, posisi Ganjar Pranowo saat ini seperti `bergantung tak bertali`. Karena PDIP justru merespon negatif popularitasnya tersebut.

"Ganjar atau tim suksesnya lupa, bahwa menurut UU syarat capres itu ditentukan oleh Parpol. Setinggi apapun elektabilitas dan popularitas seorang tokoh, menjadi sia-sia jika tidak dicalonkan oleh Parpol yang ada," ujar Muhammad Ikhyar di Medan, Selasa (25/21).

Ikhyar mengatakan kultur politik Parpol di Indonesia masih ditentukan oleh Ketum yang bersangkutan dan elektabilitas tokoh bukan point utama.

"Seharusnya mereka paham, bahwa kultur politik di Indonesia khususnya PDIP, elektabilitas dan popularitas bukan kreteria utama dalam memilih capres, cagub maupun cabup. Yang paling utama adalah loyalitas terhadap partai, dalam hal ini loyalitas terhadap ketua umum," sindir Ikhyar.

Ikhyar melanjutkan, bahwa tokoh yang punya elektabilitas tinggi jika tidak melakukan komunikasi politik yang baik dengan Ketum Parpol maka akan sia-sia.

"Peluang Ganjar, Anis dan Ridwan Kamil kecil untuk jadi Capŕes 2024, walau punya elektabilitas dan popularitas yang tinggi. Justru yang paling berpotensi menjadi Capres/Cawapres 2024 adalah para Ketua Umum Partai, yaitu Muhaimin Iskandar (Gus AMI), Prabowo, Puan Maharani (mewakili Mega) dan AHY", jelasnya.

Menurut Ikhyar, justru PDIP lebih berpotensi dan realistis menggandeng Muhaimin Iskandar untuk paket dengan Puan Maharani dalam Pilpres 2024.

"Hal ini disebabkan elektabilitas PKB dan Gus AMI sudah menggeser Golkar dan Erlangga. Kedua, PDIP dan PKB punya basis massa dan ormas pendukung yang riel dan loyal di akar rumput", ujarnya.

Selain itu yang tak kalah penting, lanjutnya, PDIP membutuhkan PKB dan NU untuk merawat PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal IKA, NKRI, UUD 45) di tengah berkembang dan menguatnya intoleransi di Indonesia.

TAGS : Gus AMI PDIP Aktivis 98




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :