Minggu, 28/11/2021 14:53 WIB

Pertahankan Tanah Ulayat, Warga Desa Rumah Sumbul Sibolangit Minta Jokowi Tindak Mafia Tanah

Rapat Dengar Pendapat yang difasilitasi Komisi I DPRD Deliserdang tersebut membahas perihal tapal batas wilayah tanah seluas 80,1 Ha yang keberadaannya diklaim oleh dua desa.

Mahrita br Tarigan, masyarakat Desa Rumah Sumbul,Kecamatan Sibolangit usai mengikuti RDP di DPRD Deliserdang terkait penyerobotan tanah ulayat milik masyarakat Desa Rumah Sumbul oleh mafia tanah. (Foto: Mtd)

Jurnassumut.com - Warga Desa Rumah Sumbul, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengusir dan menangkap mafia tanah yang ingin menguasai tanah ulayat mereka.

Pernyataan tersebut mereka utarakan kepada wartawan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komisi I DPRD Deliserdang, Senin (27/09/2021).

“Kami mohon kepada Bapak Presiden supaya membantu kami memperjuangkan tanah ulayat kami, karena tanah ulayat ini merupakan peninggalan dari nenek moyang kami sedari dulu. Usir itu mafia tanah yang ingin merebut tanah ulayat kami Pak,” ungkap Mahrita br Tarigan mewakili masyarakat Desa Rumah Sumbul.

Dalam RDP tersebut, hadir kelompok tani masyarakat Desa Rumah Sumbul, Kepala Desa Rumah Sumbul, BPD, kuasa hukum masyarakat Desa Rumah Sumbul, Kepala Desa Batu Layang, Camat Sibolangit, BPN Deli Serdang dan pihak PDAM Tirtanadi.

Rapat Dengar Pendapat yang difasilitasi Komisi I DPRD Deliserdang tersebut membahas perihal tapal batas wilayah tanah seluas 80,1 Ha yang keberadaannya diklaim oleh dua desa. Yakni Desa Rumah Sumbul dan Desa Batulayang.

Gambo Tarigan, Anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi Demokrat menceritakan saat dirinya berada ditengah-tengah masyarakat desa Rumah Sumbul dan Desa Batulayang yang nyaris bentrok di tanah seluas 80,1 Ha pada 11 september lalu.

Gambo pun menegaskan kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang, BPN Deliserdang dan pihak PDAM Tirtanadi yang hadir dalam RDP tersebut agar jangan sepele akan permasalahan masyarakat ini.

“Saya hanya mau menegaskan, persoalan ini jangan dianggap sepele. Saya tidak mau warga kedua desa ini bentrok hanya karena tapal batas tanah. Ini harus ditindak lanjuti, jangan sampai terjadi pertumpahan darah," ucap Gambo.

Kepala Desa Rumah Sumbul, Darmi Tarigan menceritakan dalam RDP tersebut, pihaknya memperlihatkan bukti-bukti tanah ulayat seluas 80,1 Ha tersebut benar berada dalam wilayah administrasi Desa Rumah Sumbul. Mulai dari profile desa, peta desa hingga pengakuan dari pendiri desa.

“Sementara, Kepala Desa Batu Layang yang mengakui tanah itu miliknya tidak bisa memperlihatkan bukti-bukti yang menyatakan tanah itu miliknya,” ungkapnya.

TAGS : Mafia Tanah Tanah Ulayat Gambo Tarigan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :