Minggu, 17/10/2021 08:14 WIB

16 Nelayan Asal Madina Ditangkap DKP Sumbar Diperairan Teluk Lalang

Penangkapan ini bermula adanya laporan warga Desa Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Sumbar, bahwa nelayan asal Madina sering memasuki peraiaran mereka menangkap ikan yang diduga gunakan pukat trowl.

Nelayan Madina yang ditangkap DKP Sumatera Barat.

Jurnassumut.com- Sebanyak 16 orang nelayan asal dari Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ditangkap petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat (Sumbar).

Nelayan itu tertangkap pada Sabtu (9/10/2021) dini hari kemaren. Mereka diamankan petugas DKP Sumbar perairan Teluk Lalang karena diduga memakai alat tangkap ikan yang jenis pukat trowl.

"Selain 16 orang nelayan DKP Sumbar juga amankan 3 buah kapal yang ditumpangi oleh nelayan tersebut," kata Sahnan Pasaribu Plt. Dinas Komunikasi dan Informatika Madina.

Penangkapan ini bermula adanya laporan warga Desa Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Sumbar, bahwa nelayan asal Madina sering memasuki peraiaran mereka menangkap ikan yang diduga gunakan pukat trowl.

"Sehingga warga Air Bangis merasa terganggu dengan kegiatan nelayan asal Mandailing Natal, lalu warga (Air Bangis) melapor ke pemkab setempat dan DKP Sumbar melakukan patroli dan menjemput 16 nelayan tersebut di peraiaran Teluk Lalang di kawasan Batahan Madina," katanya.

Lalu, sebut Sahnan, 16 nelayan dan 3 buah kapal itu dibawa petugas DKP Sumbar ke pelabuhan Bunguih Padan tanpa ada perlawan dari nelayan.

Sementara Camat Batahan Irsal menjelaskan 3 kapal yang diamankan DKP Sumbar saat terjaring razia tersebut yakni dimiliki oleh kapal Akhir, kapal Mial dan kapal Naldi.

Irsal mengatakan, para nelayan yang ketangkap itu saat ini sudah berada di Padang dalam kondisi sehat dan diperlakukan dengan baik tanpa ada tindakan kekerasan.

"Kondisi antar warga masyarakat di Batahan dalam kondisi aman dan baik, hanya saja pemilik kapal dan keluarga ABK khawatir dan berharap masalah ini cepat selesai dan bisa kembali pulang,” katanya kepada wartawan.

"Kami berharap masyarakat tidak ada yang terpancing dan memancing untuk menyulut emosi yang dapat merugikan dan mempersulit penyelesaian masalah ini," imbuhnya.

Dari perintah Bupati Madina sebut Irsal, beberapa upaya sudah dilakukan muspika kecamatan Batahan antara lain memberikan pemahaman kepada pihak keluarga nelayan, berkordinasi dengan tokoh masyarakat Batahan agar menyelesaikan permasalahan ini ke kantor DKP di Padang, Sumbar.

Selanjutnya meminta bantuan sesama aparat keamanan laut, kepolisian, dan meminta bantuan dan pertimbangan kepada pejabat Pemprov Sumbar serta meminta bantuan melalui tokoh dan ninik mamak adat untuk mendorong penyelesaian masalah ini.

"Pihak pemilik kapal dan keluarga ABK berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat, kekeluargaan dan damai dengan berjanji dan menjamin tidak akan melaut memasuki areal perairan Sumbar, apabila kapal dan alat tangkap nelayan tidak sesuai dengan ketentuan," ungkap Irsal. (Hasmar Lubis)

TAGS : Nelayan Pukat Trowl Sahnan Pasaribu




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :