Minggu, 23/01/2022 06:19 WIB

Sukhairi Khawatirkan Aktivitas Tambang Pake Beko: Ancaman Masa Depan Madina

Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution menyebut kondisi sungai Batang Natal sekarang ini sangat mengkhawtirkan akibat aktivitas tambang ilegal yang beroperasi di daerah itu menggunakan alat berat.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat rencana penertiban tambang ilegal yang menggunakan alat berat atau beko di Aula kantor Bupati, Senin (15/11/2021).

Jurnassumut.com - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat rencana penertiban tambang ilegal yang menggunakan alat berat atau beko di Aula kantor Bupati, Senin (15/11/2021).

Pada rapat itu dihadiri Forkopimda Madina dan juga dihadiri Kepala Desa yang berada di wilayah tambang.

Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution menyebut kondisi sungai Batang Natal sekarang ini sangat mengkhawatirkan akibat aktivitas tambang ilegal yang beroperasi didaerah itu menggunakan alat berat.

Menurutnya, selain kondisi airnya yang parah, juga berdampak kepada lingkungan di daerah itu bertambah rusak. Karena menurut Sukhairi, sungai Batang Natal merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Seterusnya dalam melaksanakan penertiban ini, pihaknya kata Sukhairi mengedepankan kehati-hatian dalam melakukan kebijakan, karena menyangkut masa depan Kabupaten Madina dan kepada anak cucu.

"Lingkungannya rusak, hilir sana airnya (Sungai Batang Natal) juga sudah sangat menghawatirkan karena ini sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, jadi harus hati-hati melakukan kebijakan karena ini menyangkut masa depan Kabupaten Mandailing Natal, masa depan anak cucu kita," kata Sukhairi pada awak media.

Saat wartawan menanyakan kapan penertiban itu dilaksanakan, Bupati tidak secara rinci menjelaskannya, karena menurut Sukhairi, penertiban itu akan dilakukan setelah mendapatkan ketetapan hukum yang jelas.

Namun, Bupati menyebut tim sebelum turun ke lapangan dan nantinya akan memberikan edukasi, kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat.

"Nanti jangan ada asumsi masyarakat akan turun pasukan TNI/Polri nantinya tidak menyelesaikan masalah. Saya harap tim ini nantinya harus reaktip meluruskan pola, sehingga tertangani dengn baik," sebut Sukhairi.

Sebelumnnya pemerintah Kabupaten Madina sudah mengusulkan lokasi pertambang emas liar yang saat ini sudah digarap warga menjadi wilayah pertambangan rakyat (WPR) ke pemerintah Provinsi Sumut, bertujuan untuk mendapatkan payung hukum dan izin pertambangan.

Sukhairi meyampaikan ada sebanyak 20 titik koordinat diusulkan ke pemerintah yang nantinya menjadi awal cikal bakal untuk menjadi lokasi WPR.

"Mudah-mudahan saya harap sebelum izin WPR itu keluar, bagaimana sebelum kita tertib jangan dulu melakukan pertambangan terutama yang memakai alat berat," imbuh Sukhairi. (Hasmar Lubis)

TAGS : Ja`far Sukhairi Nasution Tambang Ilegal Sungai Batang Natal




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :