Minggu, 23/01/2022 07:10 WIB

Berikut Kiat Penguji Balai K3 Medan Soal Penerapan Ergonomi Terkait Low Back Pain

Prihatmoko Saptinis mengatakan gejala LBP ditandai dengan rasa sakit bisa menjalar ke depan, samping, atau belakang kaki, atau mungkin hanya berada di punggung bawah.

Penguji Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Medan, Prihatmoko Saptinis.

Jurnassumut.com - Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya.

Nyeri yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menuju ke daerah lain atau sebaliknya. Nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah (reffered pain atau nyeri yang menjalar).

Penguji Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Medan, Prihatmoko Saptinis mengatakan kesulitan saat menegakkan badan setelah membungkuk karena timbulnya rasa kaku atau rasa sakit adalah gejala, atau keluhan yang sangat sering terjadi dari masalah nyeri punggung bawah atau Law Back Pain (LBP).

Prihatmoko Saptinis mengatakan gejala LBP ditandai dengan rasa sakit bisa menjalar ke depan, samping, atau belakang kaki, atau mungkin hanya berada di punggung bawah.

"Rasa sakit bisa memburuk dengan aktivitas. Terkadang, rasa sakitnya mungkin lebih buruk di malam hari atau dengan duduk lama seperti dalam perjalanan yang panjang di dalam mobil Anda mungkin memiliki mati rasa atau kelemahan di bagian kaki yang menerima suplai syarafnya dari saraf terkompresi," kata Prihatmoko Saptinis, Kamis (02/12/2021).

Hal ini, katanya, bisa menyebabkan ketidakmampuan telapak kaki dalam melenturkan kaki. Ini berarti Anda tidak dapat berdiri di atas jari kaki atau menekuk kaki ke bawah.

"Ini terjadi ketika saraf sakral pertama tertekan atau terluka. Contoh lain adalah ketidakmampuan untuk mengangkat ibu jari kaki ke atas. Hasil ini terjadi ketika saraf lumbal kelima tertekan," ucapnya.

Bagaimana Low Back Pain bisa terjadi terkait penerapan Ergonomi? Penguji Balai K3 Medan itu menerangkan gerakan canggung mungkin telah membuat seorang lengah dan menarik otot atau membuat ligamen terkilir.

"Kebanyakan kasus nyeri punggung disebabkan oleh keseleo ini, yang biasanya sembuh sendiri dalam waktu singkat kadang-kadang sakit punggung disebabkan karena disk yang tergelincir dimana bagian dari disc dapat menekan pada struktur yang sensitif seperti saraf. dalam hal ini nyeri punggung bisa menusuk ke kaki menyebabkan linu punggung," katanya.

Lebih lanjut, nyeri punggung yang lebih persisten dapat terjadi dalam kaitannya dengan artritis sendi fasies dan degenerasi disc (kadang-kadang disebut spondilosis) tetapi ini tidak selalu demikian.

Penyebab lain nyeri punggung yang jarang terjadi yakni peradangan dan masalah tulang seperti patah tulang, infeksi atau tumor

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya LBP, pertama posisi duduk yang terlalu membungkuk mengakibatkan tekanan pada tulang belakang bertambah sehingga dapat menyebabkan Low Back Pain.

"Kedua, aktivitas mengangkat, mendorong, menarik, dan membawa beban yang terlalu berat dan dilakukan secara berulang kali dan berlangsung lama menyebabkan kenyerian yang signifikan olehkarena penonjolan atau pecahnya disk (tulang rawan berserabut) pada tulang belakang," terang Prihatmoko Saptinis.

Terakhir, menurutnya penyebab terjadinya LBP adalah cara mengangkat beban yang kurang tepat karena beban akan ditumpukan pada tulang belakang.

Prihatmoko pun memberi kiat jitu agar seseorang terhindar atau mencegah terjadinya Low Back Pain.

"Selingi posisi duduk pada saat bekerja dengan berdiri dan berjalan dan lakukan stretching singkat," katanya.

Kemudian, katanya lagi, duduk dengan posisi yang benar dengan menggunakan kursi yang ergonomis.

"Jaga agar beban dekat dengan tubuh Jangan memuntirkan badan pada saat membawa beban untuk beban yang terlalu berat gunakan alat bantu. Angkat beban dengan posisi mengangkat yang benar," ucapnya.

TAGS : Low Back Pain Prihatmoko Saptinis Nyeri Punggung




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :